Pages

Tuesday, 25 June 2013

KIAT MENGHILANGKAN SYIRIK DALAM  KEHIDUPAN


            Syirik adalah dosa yang paling besar dalam Islam; dosa yang tidak akan diampuni jika terbawa mati sebelum taubatan-nashuha; kesesatan yang sangat jauh. Karena itu sebagai orang yang beriman jiwa kita benar-benar bersih dari berbagai bentuk kemusyrikan.

            Di antara kiat supaya jiwa kita bersih dari kemusyrikan adalah kita harus membersihkan bentuk kemusyrikan dalam berbagai bidang, di anataranya sebagai berikut:

1.     Syirik dalam tauhid Rububiyah, Seperti berkeyakinan adanya beberapa penghulu / kekuatan yang mengurus alam semesta.(10 : 31)


Artinya:
“Katakanlah: "Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan  siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?" Maka mereka akan menjawab: "Allah". Maka katakanlah: "Mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?"(Q.S. 10:31)


2.     Syirik dalam Ibadah


Artinya:
“Katakanlah: "Sesungguhnya aku hanya menyembah Tuhanku dan aku   tidak mempersekutukan sesuatu pun dengan-Nya".(72 : 20)



3.     syirik dalam sipat-sipat Alloh seperti berkeyakinan bahwa rasul-rasul dan para wali mengetahui barang ghaib.

Artinya:
“Katakanlah: "Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang gaib, kecuali Allah", dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan. (27 : 65)


4.     Syirik dalam tasybih (menyamakan Alloh dengan makhluk), seperti kata orang : “Aku harus menggunakan perantara dalam berdo`a kepada Alloh seperti halnya aku tak dapat masuk istana dengan perantara seseorang”.



Artinya:
“(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (42 : 11)

Thursday, 20 June 2013

IBADAH SEBAGAI KEBUTUHAN HIDUP


  1. Tugas Hidup Manusia

 

وما خلقت الجن والا نس الا ليعبدون     ( الداريات: 56)

Artinya:

“Dan tidak semata-mata Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku”.
(Q.S. ad-Daariyaat: 56)

  1. Beribadahlah Hanya Kepada Alloh

اياك نعبد واياك نستعين  ( الفاتحه: 5 )

Artinya:
“Hanya kepada-Mu kami beribadah dan hanya kepada-Mu kami mohon pertolongan”. 
 (Q.S. al-Fatihah:1: 5)

Kesimpulan :

Berdasarkan kedua ayat tersebut di ats dapat kiranya diambil beberapa kesimpulan :

1.  Tugas utama Alloh Swt menciptakan manusia dan bangsa jin hidup di alam fana ini tiada  lain hanyalah untuk beribadah kepada Alloh Swt Dzat Robbul-‘aalamiin.

2.  Ibadah artinya mengabdikan diri dengan sepenuh hati dan jiwa hanya kepada Alloh Swt, tidak kepada yang lain. Segala potensi yang kita miliki hendaknya ditujukan hanya untuk mengabdi kepada-Nya. Hidup kita, harta yang kita miliki, jabatan yang diduduki, apa pun yang kita punyai di dunia ini bahkan sampai kematian kita pun hendaknya ditujukan untuk beribadah kepada Alloh Swt.

3. Demikian pula kita tidak boleh memohon tatkala memiliki suatu keinginan kecuali permohonan itu hanya dipanjatkabn kepada Alloh Swt semata. Inilah yang disebut dengan “Tauhidulloh” (mengesakan Alloh).

4. Karena itu seluruh kehidupan kita ini harus bernilai ibadah. Jadikanlah ibadah kepada Alloh Swt adalah suatu kebutuhan hidup yang paling hakiki. Bila sikap ini telah kita miliki maka insya Alloh kita akan mendapat kehidupan yang bahagia baik lahir maupun batin di dunia dan di akhirat kelak.